Desa Wiyugobak merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan. Desa ini tumbuh di kawasan lembah pegunungan tengah Papua yang dikenal subur, sejuk, dan dikelilingi bentang alam hijau yang menyejukkan pandangan. Sebagai bagian dari wilayah adat suku Yali, Desa Wiyugobak menyimpan kekayaan budaya, tradisi, dan kearifan lokal yang diwariskan dari generasi ke generasi. Potensi utama desa ini terletak pada sektor pertanian lahan kering, peternakan babi, serta kerajinan tangan khas Papua yang memiliki nilai budaya tinggi. Letaknya yang cukup dekat dengan pusat pemerintahan Kabupaten Mamberamo Tengah di Kobakma menjadikan desa ini salah satu simpul penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi masyarakat di kawasan tersebut.
Lokasi dan Kondisi Geografis
Secara administratif, Desa Wiyugobak berada di Kecamatan Kobakma, Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua Pegunungan. Kecamatan Kobakma sendiri merupakan pusat pemerintahan kabupaten, sehingga desa ini berada dalam lingkar wilayah yang menjadi pusat aktivitas masyarakat Mamberamo Tengah.
Bentang Alam dan Ketinggian
Desa Wiyugobak berada pada ketinggian sekitar 1.400 hingga 1.700 meter di atas permukaan laut. Wilayahnya berupa lembah dan lereng perbukitan yang membentuk panorama khas dataran tinggi Papua. Udara di desa ini terasa sejuk dengan suhu harian berkisar antara 17 hingga 26 derajat Celsius. Curah hujan yang melimpah sepanjang tahun membuat tanah di kawasan ini tergolong subur dan cocok untuk berbagai jenis tanaman pangan.
Beberapa sungai kecil mengalir melewati wilayah desa dan bermuara ke sistem daerah aliran Sungai Mamberamo, salah satu sungai terbesar di Papua. Keberadaan aliran air ini menjadi sumber kehidupan bagi warga, baik untuk kebutuhan rumah tangga maupun untuk mengairi lahan pertanian.
Batas Wilayah
Sebelah utara, Desa Wiyugobak berbatasan dengan wilayah Kelurahan Kobakma. Sebelah selatan berbatasan dengan kawasan Kecamatan Eragayam. Sebelah timur berbatasan dengan desa-desa lain di lingkar Kecamatan Kobakma, sedangkan sebelah barat mengarah ke wilayah Kecamatan Kelila. Batas-batas ini umumnya berupa punggung perbukitan, aliran sungai, serta patok alam yang telah disepakati bersama oleh masyarakat setempat