Profil Ule, Kec. Asakota, Kota Bima

🗺️ Nusa Tenggara Barat 🏙️ Kota Bima 📅 24 September 2026

Desa Ule merupakan salah satu wilayah administratif yang terletak di Kecamatan Asakota, Kota Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Desa ini memiliki posisi strategis karena berada dalam kawasan perkotaan Bima yang terus berkembang, namun tetap mempertahankan karakter masyarakatnya yang guyub dan kental akan budaya lokal. Dengan luas wilayah yang relatif memadai untuk ukuran desa perkotaan, Desa Ule menjadi rumah bagi beragam aktivitas masyarakat, mulai dari perdagangan kecil, jasa, hingga pertanian lahan kering yang menjadi ciri khas wilayah timur Indonesia. Keberadaan desa ini turut menopang dinamika Kota Bima sebagai salah satu pusat pertumbuhan di Pulau Sumbawa bagian timur.

Lokasi dan Kondisi Geografis

Desa Ule secara administratif berada di bawah Kecamatan Asakota, yang merupakan salah satu dari lima kecamatan di Kota Bima. Letaknya berada pada kawasan yang cukup strategis, menghubungkan beberapa kelurahan dan desa lain di sekitarnya. Secara geografis, wilayah ini memiliki topografi yang bervariasi, mulai dari dataran rendah yang dimanfaatkan untuk permukiman dan area komersial, hingga sebagian lahan dengan kontur bergelombang lembut di bagian tertentu.

Batas wilayah Desa Ule mencakup beberapa area administratif lain di sekitarnya. Sebelah utara berbatasan dengan wilayah pesisir dan permukiman padat penduduk, sementara sebelah selatan berbatasan dengan area perbukitan yang masih hijau. Di sisi timur dan barat, desa ini berbatasan langsung dengan kelurahan atau desa lain yang masih berada dalam lingkup Kecamatan Asakota maupun kecamatan tetangga. Kondisi tanah di wilayah ini umumnya berupa tanah berpasir dan lempung berkapur yang cocok untuk budidaya tanaman tertentu seperti jagung, kacang tanah, dan berbagai jenis sayuran semusim.

Iklim di Desa Ule sama seperti wilayah Bima pada umumnya, yaitu iklim kering dengan dua musim utama, musim hujan yang berlangsung singkat dan musim kemarau yang lebih panjang. Suhu udara rata-rata berkisar antara 24 hingga 33 derajat Celsius. Meskipun curah hujan tidak terlalu tinggi, masyarakat setempat telah lama beradaptasi dengan pola tanam yang menyesuaikan ketersediaan air.

Jalur Transportasi dan Aksesibilitas

Akses menuju Desa Ule tergolong sangat mudah karena letaknya yang berada dalam kawasan perkotaan. Dari pusat Kota Bima, jarak yang harus ditempuh hanya sekitar 10 hingga 15 menit menggunakan kendaraan bermotor, dengan jarak kurang lebih 5 hingga 7 kilometer. Jalan utama menuju desa ini telah beraspal mulus dan dapat dilalui oleh berbagai jenis kendaraan, baik roda dua, roda empat, hingga kendaraan angkutan umum.

Transportasi umum yang melayani rute ke Desa Ule cukup beragam. Angkutan kota dengan trayek tertentu melintasi jalan utama desa ini setiap hari, memudahkan warga yang ingin bepergian ke pusat kota, pasar, atau fasilitas publik lainnya. Selain itu, keberadaan ojek online dan konvensional juga semakin mempermudah mobilitas warga, terutama bagi mereka yang tinggal di gang-gang kecil yang tidak terjangkau angkutan umum besar.

Infrastruktur jalan di dalam desa juga terus mengalami peningkatan. Jalan lingkungan sebagian besar telah diperkeras dengan paving block atau cor beton, sehingga aktivitas warga tidak terganggu saat musim hujan. Penerangan jalan umum juga telah terpasang di titik-titik strategis, menambah kenyamanan dan keamanan bagi warga yang beraktivitas pada malam hari.

Data Statistik dan Demografi

Berdasarkan estimasi data kependudukan terakhir, jumlah penduduk Desa Ule diperkirakan mencapai sekitar 4.000 hingga 5.000 jiwa. Angka ini tersebar dalam beberapa rukun warga dan rukun tetangga yang membentuk struktur sosial desa. Kepadatan penduduk di wilayah ini tergolong sedang, tidak sepadat kelurahan lain di pusat kota, namun tetap menunjukkan dinamika pertumbuhan yang positif dari tahun ke tahun.

Komposisi masyarakat Desa Ule cukup heterogen namun tetap harmonis. Mayoritas penduduk berasal dari suku Mbojo yang merupakan penduduk asli Bima, dengan sebagian kecil lainnya berasal dari berbagai daerah seperti Sumbawa, Lombok, Jawa, dan Sulawesi yang datang untuk bekerja atau berdagang. Dari sisi keagamaan, hampir seluruh penduduk memeluk agama Islam, dengan kehidupan beragama yang sangat kuat tercermin dari banyaknya masjid dan mushala yang tersebar di setiap sudut desa.

Pertumbuhan penduduk di Desa Ule dipengaruhi oleh dua faktor utama, yaitu pertumbuhan alami dan migrasi masuk. Sebagai wilayah yang berada di kawasan perkotaan, desa ini menjadi tujuan bagi para pendatang yang ingin mencari peluang kerja di sektor perdagangan dan jasa. Hal ini berdampak positif terhadap perkembangan ekonomi lokal, karena semakin banyak penduduk berarti semakin besar pula perputaran uang di tingkat desa.

Sejarah dan Asal-Usul

Sejarah Desa Ule tidak lepas dari perkembangan Kesultanan Bima yang telah berdiri sejak abad ke-17. Pada masa lampau, wilayah yang kini menjadi Desa Ule merupakan bagian dari tanah ulayat kesultanan yang digunakan untuk permukiman dan lahan pertanian bagi rakyat. Nama Ule sendiri dipercaya berasal dari bahasa Mbojo yang memiliki arti tertentu, kemungkinan berkaitan dengan kondisi alam atau peristiwa sejarah yang terjadi di wilayah tersebut. Beberapa tokoh masyarakat setempat menuturkan bahwa kata Ule merujuk pada jenis tumbuhan lokal yang dahulu banyak tumbuh di area ini.

Seiring berjalannya waktu, wilayah ini mengalami perkembangan dari sebuah permukiman sederhana menjadi sebuah desa definitif yang memiliki pemerintahan sendiri. Pada masa penjajahan dan awal kemerdekaan, struktur pemerintahan desa masih sangat sederhana, dipimpin oleh seorang kepala kampung yang bertanggung jawab langsung kepada pemangku adat dan pemerintah kesultanan. Setelah Indonesia merdeka dan sistem pemerintahan modern diterapkan, Desa Ule resmi menjadi bagian dari wilayah administratif Kota Bima.

Masyarakat Desa Ule hingga kini masih memegang teguh tradisi leluhur seperti gotong royong, upacara adat pernikahan, dan berbagai ritual keagamaan yang diwariskan secara turun temurun. Nilai-nilai kekeluargaan dan penghormatan kepada tokoh adat serta pemuka agama masih sangat terasa dalam kehidupan sehari-hari.

Kehidupan Ekonomi dan Mata Pencaharian

Perekonomian Desa Ule ditopang oleh beberapa sektor utama yang saling melengkapi. Sektor perdagangan dan jasa menjadi salah satu tulang punggung ekonomi warga, mengingat letak desa yang tidak jauh dari pusat perekonomian Kota Bima. Banyak warga yang membuka usaha toko kelontong, warung makan, bengkel, hingga jasa transportasi. Keberadaan pasar tradisional di sekitar desa juga menjadi magnet bagi para pedagang kecil untuk menjajakan dagangannya.

Sektor pertanian lahan kering masih menjadi mata pencaharian penting bagi sebagian warga, terutama mereka yang tinggal di bagian selatan desa yang memiliki lahan lebih luas. Komoditas utama yang dibudidayakan antara lain jagung, kacang tanah, kacang hijau, dan ubi kayu. Selain itu, beberapa petani juga menanam sayuran seperti cabai, tomat, dan terong yang dipasarkan ke pasar-pasar di Kota Bima. Pola tanam umumnya mengikuti musim hujan, meskipun sebagian petani telah memanfaatkan sumur bor dan irigasi sederhana untuk menanam sepanjang tahun.

Sektor peternakan juga memberikan kontribusi bagi perekonomian desa. Hewan ternak yang banyak dipelihara antara lain sapi, kambing, dan ayam kampung. Peternakan sapi di wilayah ini umumnya masih bersifat tradisional, namun sudah mulai diarahkan pada pola penggemukan yang lebih menguntungkan. Hasil ternak biasanya dijual menjelang hari raya keagamaan atau ketika kebutuhan ekonomi mendesak.

Usaha mikro kecil dan menengah juga tumbuh dengan baik di Desa Ule. Beberapa warga memproduksi makanan ringan khas Bima seperti kue tradisional, keripik, dan aneka jajanan pasar. Produk-produk ini tidak hanya dijual di dalam desa, tetapi juga merambah ke toko oleh-oleh di pusat kota. Pemerintah desa turut mendorong perkembangan UMKM ini melalui pelatihan keterampilan dan bantuan permodalan ringan.

Fasilitas Umum dan Sosial

Desa Ule memiliki fasilitas umum yang cukup lengkap untuk menunjang kebutuhan warganya. Di bidang pendidikan, terdapat beberapa lembaga pendidikan formal mulai dari taman kanak-kanak, sekolah dasar, hingga sekolah menengah pertama. Keberadaan sekolah-sekolah ini sangat membantu warga karena anak-anak tidak perlu menempuh jarak jauh untuk mendapatkan pendidikan dasar. Untuk jenjang pendidikan menengah atas, warga dapat mengakses sekolah-sekolah yang berada di kecamatan lain dalam Kota Bima yang jaraknya relatif dekat.

Fasilitas kesehatan di Desa Ule juga cukup memadai. Terdapat puskesmas pembantu dan posyandu yang aktif melayani warga setiap bulannya. Posyandu menjadi garda terdepan dalam pemantauan kesehatan ibu dan anak, imunisasi, serta penyuluhan gizi. Untuk kebutuhan kesehatan yang lebih kompleks, warga dapat mengunjungi puskesmas kecamatan atau rumah sakit umum daerah yang berada di pusat Kota Bima.

Tempat ibadah berupa masjid dan mushala tersebar di seluruh penjuru desa. Masjid utama desa menjadi pusat kegiatan keagamaan seperti salat berjamaah, pengajian, peringatan hari besar Islam, dan kegiatan remaja masjid. Selain itu, terdapat pula taman pendidikan Al-Quran yang aktif membimbing anak-anak dalam belajar membaca kitab suci.

Ruang publik di Desa Ule juga tersedia dalam bentuk lapangan desa yang digunakan untuk berbagai kegiatan olahraga seperti sepak bola dan bulu tangkis. Lapangan ini juga sering dimanfaatkan untuk acara-acara desa seperti upacara kemerdekaan, pasar malam, dan kegiatan sosial lainnya. Balai desa yang representatif menjadi pusat pelayanan administrasi dan pertemuan warga, sekaligus simbol kemajuan tata kelola pemerintahan desa.

Keberadaan fasilitas-fasilitas tersebut menjadikan Desa Ule sebagai tempat tinggal yang nyaman dan layak bagi warganya. Dengan dukungan pemerintah kota dan semangat gotong royong masyarakat, desa ini terus berkembang menjadi kawasan permukiman yang tertata rapi, ekonomi yang bergerak dinamis, serta kehidupan sosial budaya yang tetap terjaga kelestariannya.

📍 Lokasi Ule

Koordinat: -8.4441567, 118.7265853 | Buka di OpenStreetMap ↗

🚜 Toko Pertanian & Peternakan Terdekat

Untuk kebutuhan sarana produksi pertanian (saprotan), pupuk, benih, dan pakan ternak di sekitar Desa Ule, Anda dapat melihat rekomendasi lokasi terdekat beserta ulasannya pada peta berikut: