Desa Tlogosari merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan, Provinsi Jawa Timur. Desa ini terletak di kawasan dataran tinggi yang berhawa sejuk dan dikelilingi hamparan kebun hortikultura yang menjadi ciri khas wilayah Tutur. Keberadaan Desa Tlogosari tidak dapat dilepaskan dari peran besar sektor pertanian, khususnya tanaman apel, sayuran dataran tinggi, dan kopi yang telah lama menjadi penopang kehidupan masyarakat setempat. Selain dikenal karena hasil buminya, desa ini juga memiliki kehidupan sosial yang guyub, tradisi gotong royong yang masih terjaga, serta pemandangan alam perbukitan yang indah dan menenangkan.
Lokasi dan Kondisi Geografis
Letak dan Topografi
Secara administratif, Desa Tlogosari masuk dalam wilayah Kecamatan Tutur, Kabupaten Pasuruan. Kecamatan Tutur sendiri berada pada ketinggian sekitar 800 hingga 1.100 meter di atas permukaan laut, sehingga udaranya terasa sejuk sepanjang hari dengan suhu rata-rata berkisar antara 18 hingga 24 derajat Celsius. Wilayah desa umumnya berupa perbukitan dan lembah dengan tanah vulkanik yang sangat subur, hasil dari aktivitas gunung berapi di kawasan sekitarnya.
Kondisi tanah yang gembur dan kaya unsur hara membuat lahan di Desa Tlogosari sangat cocok untuk berbagai jenis tanaman hortikultura. Curah hujan yang cukup tinggi serta sumber mata air yang tersedia sepanjang tahun menjadi faktor penting yang menunjang kegiatan pertanian masyarakat. Lingkungan yang asri dengan pepohonan dan kebun yang menghijau menjadikan desa ini memiliki nilai tersendiri sebagai kawasan agraris di lereng pegunungan.
Batas Wilayah
Desa Tlogosari berbatasan dengan beberapa desa di sekitarnya. Di sebelah utara berbatasan dengan wilayah Desa Blarang dan Desa Andonosari, di sebelah timur berbatasan dengan Desa Tutur, di sebelah selatan berbatasan dengan Desa Sumberpitu, sedangkan di sebelah barat berbatasan dengan kawasan Kecamatan Puspo. Posisi tersebut menempatkan Desa Tlogosari sebagai bagian penting dari rangkaian kawasan pertanian di bagian barat daya Kabupaten Pasuruan.
Jalur Transportasi dan Aksesibilitas
Untuk mencapai Desa Tlogosari, pengunjung umumnya melewati pusat Kecamatan Tutur di Nongkojajar. Jarak dari Nongkojajar menuju Desa Tlogosari diperkirakan sekitar 5 hingga 7 kilometer. Sementara itu, jarak dari pusat pemerintahan Kabupaten Pasuruan di Bangil sekitar 45 kilometer, dan dari Kota Malang sekitar 35 kilometer melalui jalur Tumpang.
Rute yang paling banyak digunakan adalah jalur Purwosari menuju Nongkojajar, lalu dilanjutkan ke arah Tutur dan Tlogosari. Jalur alternatif dari arah Malang dapat ditempuh melalui Tumpang, kemudian menuju Nongkojajar. Jalan desa yang menghubungkan antarwilayah sudah berupa jalan aspal dengan kondisi yang terawat, meskipun memiliki tanjakan dan tikungan yang khas kawasan perbukitan. Sepanjang perjalanan, pengguna jalan disuguhi pemandangan kebun apel dan hamparan sayuran yang menyejukkan mata.
Transportasi menuju desa ini dapat menggunakan kendaraan pribadi, sepeda motor, angkutan pedesaan, maupun jasa ojek yang tersedia di Nongkojajar. Keberadaan akses jalan yang memadai memudahkan mobilitas warga, baik untuk mengangkut hasil panen ke pasar maupun untuk keperluan pendidikan dan kesehatan.
Data Statistik dan Demografi
Jumlah penduduk Desa Tlogosari diperkirakan berada pada kisaran 4.500 hingga 6.000 jiwa, yang terbagi dalam sekitar 1.300 hingga 1.500 kepala keluarga. Sebagian besar penduduk berada pada usia produktif, yaitu antara 15 hingga 55 tahun, dengan komposisi yang seimbang antara laki-laki dan perempuan.
Mayoritas warga Desa Tlogosari merupakan suku Jawa dengan budaya Arek yang kental, serta sebagian memiliki keterkaitan budaya dengan masyarakat Tengger di kawasan pegunungan sekitar. Bahasa sehari-hari yang digunakan adalah bahasa Jawa dialek Jawa Timur dan bahasa Indonesia. Kehidupan keagamaan berjalan dengan harmonis, dengan mayoritas penduduk beragama Islam dan sebagian kecil memeluk agama lain, semuanya hidup rukun dalam semangat toleransi.
Dari sisi pendidikan, kesadaran warga untuk menyekolahkan anak terus meningkat. Banyak generasi muda