Desa Singkalanyar merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk, Provinsi Jawa Timur. Desa ini memiliki karakteristik sebagai daerah agraris dengan masyarakat yang guyub dan potensi pertanian yang menjanjikan. Terletak di dataran rendah yang subur, Singkalanyar menjadi bagian penting dari lanskap pertanian di Kabupaten Nganjuk, yang dikenal sebagai salah satu lumbung padi dan penghasil bawang merah di Jawa Timur. Desa ini terus berkembang dengan semangat gotong royong warganya, menjaga tradisi sekaligus terbuka terhadap kemajuan. Bagi siapa pun yang berkunjung, Desa Singkalanyar menawarkan suasana pedesaan yang asri, udara segar, serta keramahan penduduknya yang menjadi cerminan budaya Jawa Timur yang santun dan hangat.
Lokasi dan Kondisi Geografis
Secara administratif, Desa Singkalanyar berada di Kecamatan Prambon, Kabupaten Nganjuk. Kecamatan Prambon sendiri terletak di bagian timur laut Kabupaten Nganjuk, berbatasan dengan Kabupaten Jombang dan Kabupaten Kediri. Desa Singkalanyar memiliki topografi dataran rendah dengan ketinggian sekitar 50 hingga 100 meter di atas permukaan laut. Kondisi tanahnya tergolong subur, banyak mengandung humus, dan sangat cocok untuk budidaya tanaman pangan seperti padi, jagung, kedelai, serta hortikultura seperti bawang merah dan cabai.
Batas wilayah Desa Singkalanyar dapat digambarkan sebagai berikut. Sebelah utara berbatasan dengan Desa Singkal Kidul, sebelah selatan berbatasan dengan Desa Baleturi, sebelah timur berbatasan dengan Desa Tanjungtani, dan sebelah barat berbatasan dengan Desa Jegreg. Wilayah desa ini dialiri oleh beberapa saluran irigasi yang mendukung pengairan sawah sepanjang tahun. Iklimnya tropis dengan dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau, yang menjadi siklus alami bagi para petani dalam mengatur pola tanam.
Jalur Transportasi dan Aksesibilitas
Untuk menuju Desa Singkalanyar, aksesnya terbilang mudah dan lancar. Dari pusat pemerintahan Kabupaten Nganjuk, jarak tempuh ke Desa Singkalanyar sekitar 15 kilometer ke arah timur laut. Perjalanan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum. Jalan yang menghubungkan desa ini dengan kecamatan dan kabupaten sudah beraspal baik, sehingga kendaraan roda dua maupun roda empat dapat melintas dengan nyaman.
Dari Kota Nganjuk, rute menuju Prambon melewati jalan provinsi yang menghubungkan Nganjuk dengan Jombang. Setelah memasuki Kecamatan Prambon, perjalanan dilanjutkan melalui jalan kabupaten yang kondisi jalannya terawat. Angkutan desa dan ojek daring juga tersedia sebagai sarana transportasi alternatif bagi warga yang tidak membawa kendaraan pribadi. Infrastruktur jalan di dalam desa pun sudah memadai, dengan jalan beton dan paving yang menghubungkan antar dusun serta ke lahan pertanian. Hal ini memudahkan mobilitas warga, baik untuk kegiatan ekonomi maupun sosial.
Data Statistik dan Demografi
Berdasarkan estimasi dan data umum desa di Kecamatan Prambon, jumlah penduduk Desa Singkalanyar diperkirakan berkisar antara 3.000 hingga 4.000 jiwa. Sebagian besar penduduknya adalah suku Jawa dan memeluk agama Islam. Komposisi penduduk didominasi oleh usia produktif, yaitu antara 15 hingga 64 tahun, yang sebagian besar bekerja di sektor pertanian. Tingkat pendidikan masyarakat juga terus meningkat, dengan banyak generasi muda yang menempuh pendidikan hingga jenjang sekolah menengah atas dan perguruan tinggi.
Pertumbuhan desa ini terbilang positif. Jumlah keluarga muda yang membangun rumah di desa menunjukkan adanya regenerasi dan keinginan untuk tetap tinggal di kampung halaman. Meskipun sebagian pemuda merantau ke kota untuk bekerja, mereka tetap menjaga ikatan dengan desa, terutama saat musim panen atau hari besar keagamaan. Kehidupan sosial masyarakat sangat dinamis, tercermin dari kegiatan rutin seperti kerja bakti, pengajian, dan pertemuan karang taruna.
Sejarah dan Asal-Usul
Nama Singkalanyar berasal dari kata "singkal" dan "anyar". Dalam bahasa Jawa, "anyar" berarti baru. Sementara "singkal" dapat merujuk pada sebuah alat pertanian tradisional, yaitu bagian dari bajak atau luku yang terbuat dari kayu. Menurut cerita turun-temurun yang diyakini warga, dahulu kala ada seorang sesepuh yang membuka lahan baru di wilayah ini. Ia menemukan sebatang kayu yang sangat kuat dan cocok dijadikan singkal untuk membajak sawah. Karena itu, daerah yang ia buka kemudian dinamai Singkalanyar, yang bermakna wilayah baru tempat ditemukannya kayu singkal.
Versi lain menyebutkan bahwa Desa Singkalanyar merupakan pemekaran dari Desa Singkal Kidul. Seiring bertambahnya penduduk dan kebutuhan lahan, sebagian warga kemudian membentuk permukiman baru di sebelah utara, yang akhirnya diresmikan sebagai desa sendiri dengan nama Singkalanyar. Hingga kini, masyarakat setempat masih melestarikan cerita ini sebagai bagian dari identitas desa, dan sering dikisahkan kepada generasi muda saat acara kenduri atau pertemuan desa.
Kehidupan Ekonomi dan Mata Pencaharian
Sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian Desa Singkalanyar. Lahan sawah yang luas dimanfaatkan untuk menanam padi, jagung, dan kedelai. Selain itu, banyak petani yang membudidayakan bawang merah, cabai, dan sayuran lainnya karena harga jualnya yang menjanjikan. Sistem irigasi yang baik memungkinkan panen dua hingga tiga kali dalam setahun. Peternakan