Profil Pujodadi, Kec. Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran

🗺️ Lampung 🏙️ Kabupaten Pesawaran 📅 06 November 2026

Desa Pujodadi merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Desa ini dikenal sebagai kawasan agraris yang subur dengan hamparan sawah dan perkebunan rakyat yang menjadi tumpuan hidup warganya. Sebagai bagian dari lanskap pedesaan Pesawaran yang terus tumbuh dinamis, Pujodadi memadukan suasana khas kampung Lampung dengan semangat gotong royong masyarakat yang telah berakar kuat sejak puluhan tahun silam. Nama Pujodadi sendiri mengandung harapan akan kehidupan yang senantiasa membaik, sejalan dengan perkembangan desa yang terus berbenah di berbagai bidang, mulai dari pertanian, pendidikan, hingga pelayanan publik bagi seluruh warga.

Lokasi dan Kondisi Geografis

Secara administratif, Desa Pujodadi berada di Kecamatan Negeri Katon, Kabupaten Pesawaran, Provinsi Lampung. Kabupaten Pesawaran adalah salah satu kabupaten hasil pemekaran di Provinsi Lampung yang diresmikan pada tahun 2007, dengan pusat pemerintahan di Gedong Tataan. Keberadaan desa ini tidak dapat dilepaskan dari posisi Kecamatan Negeri Katon yang menjadi salah satu simpul penting di bagian selatan kabupaten.

Desa Pujodadi terletak pada dataran rendah dengan ketinggian wilayah berkisar antara 50 hingga 120 meter di atas permukaan laut. Topografinya relatif datar hingga bergelombang ringan, kondisi yang sangat mendukung pengembangan lahan pertanian padi, palawija, serta tanaman perkebunan seperti karet, kelapa, dan kopi robusta. Tanah di kawasan ini umumnya termasuk jenis latosol dan podsolik merah kuning yang cukup subur apabila dikelola dengan baik.

Secara umum, wilayah Desa Pujodadi berbatasan dengan desa-desa tetangga di lingkungan Kecamatan Negeri Katon. Di sebelah utara berbatasan dengan wilayah desa yang berdekatan dengan kawasan perbukitan, di sebelah selatan mengarah ke pusat Kecamatan Negeri Katon, sedangkan di sisi timur dan barat berbatasan dengan desa-desa sekitar yang sama-sama mengandalkan sektor pertanian sebagai penggerak utama perekonomian. Kondisi iklim di wilayah ini tergolong tropis dengan dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau, yang menjadi acuan utama para petani dalam menentukan masa tanam.

Jalur Transportasi dan Aksesibilitas

Aksesibilitas menuju Desa Pujodadi tergolong baik karena Kecamatan Negeri Katon dilintasi oleh jalan nasional lintas Sumatra. Dari pusat Kabupaten Pesawaran di Gedong Tataan, jarak tempuh menuju desa ini sekitar 20 hingga 30 kilometer, sementara dari Kota Bandar Lampung sekitar 45 hingga 60 kilometer, bergantung pada titik awal perjalanan. Waktu tempuh rata-rata berkisar antara 45 menit hingga satu setengah jam dengan kendaraan pribadi maupun angkutan umum.

Jalur utama yang biasa digunakan adalah melalui Jalan Raya Lintas Sumatra, kemudian masuk ke jalan kabupaten yang menghubungkan pusat Kecamatan Negeri Katon dengan desa-desa di sekitarnya. Sebagian besar ruas jalan desa sudah beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Beberapa ruas jalan usaha tani yang menghubungkan persawahan dengan permukiman juga terus diperbaiki secara bertahap, sehingga mobilitas warga, terutama saat musim panen, menjadi lebih lancar.

Sarana transportasi yang melayani warga meliputi angkutan pedesaan, ojek, serta kendaraan pribadi. Keberadaan jalan lintas Sumatra juga memberi keuntungan tersendiri karena mempermudah distribusi hasil pertanian ke pasar-pasar di Bandar Lampung, Gedong Tataan, maupun daerah lain di sekitarnya.

Data Statistik dan Demografi

Berdasarkan gambaran umum desa-desa di Kecamatan Negeri Katon, jumlah penduduk Desa Pujodadi diperkirakan berada pada kisaran 2.500 hingga 3.500 jiwa, yang terbagi dalam sekitar 700 sampai 900 kepala keluarga. Kepadatan penduduknya berkisar antara 300 hingga 500 jiwa per kilometer persegi, tergolong sedang untuk ukuran desa di Kabupaten Pesawaran.

Komposisi masyarakat Desa Pujodadi cukup beragam. Penduduk asli Lampung hidup berdampingan dengan warga keturunan Jawa, Sunda, dan sebagian kecil warga dari daerah lain di Sumatra dan Jawa. Keragaman ini terbentuk seiring dengan program transmigrasi yang berlangsung beberapa dekade lalu. Kehidupan sosial warga berjalan harmonis dengan semangat musyawarah, gotong royong, dan saling menghormati antarwarga.

Dari sisi usia, sebagian besar penduduk berada pada kelompok usia produktif, yaitu antara 20 hingga 55 tahun. Kelompok usia muda umumnya menempuh pendidikan hingga jenjang menengah dan sebagian melanjutkan ke perguruan tinggi di Bandar Lampung atau kota lain. Pertumbuhan desa terlihat dari bertambahnya jumlah rumah tinggal, semakin aktifnya kegiatan keagamaan, serta munculnya usaha-usaha kecil baru di sepanjang jalan desa.

Sejarah dan Asal-Usul

Sejarah Desa Pujodadi erat kaitannya dengan pembukaan wilayah Kecamatan Negeri Katon sebagai kawasan permukiman dan pertanian pada pertengahan abad ke-20. Seperti banyak desa lain di Kabupaten Pesawaran, pembentukan Pujodadi tidak lepas dari program transmigrasi yang digulirkan pemerintah untuk memeratakan penduduk dan membuka lahan pertanian baru di luar Jawa.

Para pendatang yang sebagian besar berasal dari Jawa Tengah dan Jawa Timur membuka lahan, membangun rumah, serta menata permukiman secara bertahap. Mereka kemudian menamai desa ini Pujodadi. Dalam bahasa Jawa, kata "pujo" bermakna penghormatan atau pujian, sedangkan "dadi" berarti menjadi. Secara keseluruhan, nama tersebut dapat dimaknai sebagai harapan agar desa ini menjadi tempat yang senantiasa mendapat keberkahan dan terus berkembang menjadi lebih baik.

Seiring waktu,

📍 Lokasi Pujodadi

Peta ditenagai oleh Google Maps.

🚜 Toko Pertanian & Peternakan Terdekat

Untuk kebutuhan sarana produksi pertanian (saprotan), pupuk, benih, dan pakan ternak di sekitar Desa Pujodadi, Anda dapat melihat rekomendasi lokasi terdekat beserta ulasannya pada peta berikut: