Profil Ohoitel, Kec. Pulau Dullah Utara, Kota Tual

🗺️ Maluku 🏙️ Kota Tual 📅 24 October 2026

Desa Ohoitel merupakan salah satu desa yang berada di wilayah Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, Provinsi Maluku. Desa ini terletak di bagian utara Pulau Dullah, sebuah pulau yang menjadi salah satu gugusan utama di kawasan Kepulauan Kei. Sebagai desa pesisir, Ohoitel memiliki karakter khas masyarakat bahari Maluku, yaitu kehidupan yang akrab dengan laut, tradisi gotong royong yang kuat, serta keterikatan erat pada nilai adat dan kekeluargaan. Potensi utama desa ini meliputi sektor perikanan tangkap, budidaya hasil laut, pertanian lahan kering, serta usaha kecil dan menengah yang tumbuh dari kebutuhan sehari hari warga. Kombinasi antara kekayaan alam pesisir dan semangat kebersamaan masyarakat menjadikan Ohoitel sebagai salah satu desa yang memiliki peran penting dalam kehidupan sosial dan ekonomi di kawasan Pulau Dullah Utara.

Lokasi dan Kondisi Geografis

Secara administratif, Desa Ohoitel berada di bawah Kecamatan Pulau Dullah Utara, Kota Tual, Provinsi Maluku. Desa ini menempati bagian utara Pulau Dullah dengan bentang alam yang didominasi oleh dataran rendah pesisir, perbukitan kecil, serta garis pantai yang berhadapan langsung dengan perairan laut Banda. Topografi wilayahnya umumnya landai hingga bergelombang, sehingga cocok untuk permukiman, kebun warga, dan berbagai aktivitas ekonomi berbasis laut.

Batas wilayah Desa Ohoitel meliputi kawasan perairan laut di sisi utara, desa desa tetangga dalam lingkup Kecamatan Pulau Dullah Utara di sisi timur dan barat, serta wilayah Kecamatan Pulau Dullah Selatan di sisi selatan. Garis pantai yang panjang memberikan akses langsung bagi warga untuk mengembangkan usaha perikanan, penjemuran hasil laut, serta aktivitas pelayaran tradisional.

Iklim dan Lingkungan Alam

Sebagaimana wilayah Maluku pada umumnya, Ohoitel dipengaruhi oleh iklim tropis dengan dua musim utama, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Suhu udara relatif stabil sepanjang tahun dengan kelembapan yang tinggi karena pengaruh laut. Kondisi ini mendukung pertumbuhan vegetasi tropis seperti kelapa, sagu, pisang, ubi, dan berbagai tanaman pangan lainnya. Di sekitar pesisir masih dapat dijumpai ekosistem mangrove, padang lamun, dan terumbu karang yang menjadi habitat berbagai jenis ikan serta biota laut bernilai ekonomi.

Jalur Transportasi dan Aksesibilitas

Untuk mencapai Desa Ohoitel, perjalanan umumnya dimulai dari pusat Kota Tual yang berada di kawasan Pulau Dullah Selatan. Dari sana, perjalanan dapat ditempuh melalui jalur darat dengan kendaraan roda dua maupun roda empat menyusuri jalan penghubung antardesa di Pulau Dullah. Jarak tempuh dari pusat kota diperkirakan sekitar 15 hingga 25 kilometer dengan waktu perjalanan kurang lebih 30 sampai 60 menit, bergantung pada kondisi lalu lintas dan cuaca.

Selain jalur darat, akses menuju desa ini juga dapat ditempuh melalui jalur laut menggunakan perahu motor, speedboat, maupun kapal kayu tradisional. Moda transportasi laut ini banyak digunakan warga untuk mengangkut hasil perikanan, kebutuhan pokok, dan penumpang antarpulau. Infrastruktur jalan di dalam desa umumnya berupa jalan aspal dan jalan beton pada ruas utama, sementara sebagian jalan lingkungan masih berupa jalan tanah yang diperkeras. Pemerintah daerah terus melakukan pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan agar mobilitas warga, distribusi barang, serta pelayanan publik dapat berjalan lancar sepanjang tahun.

Data Statistik dan Demografi

Berdasarkan gambaran umum wilayah Kecamatan Pulau Dullah Utara, jumlah penduduk Desa Ohoitel diperkirakan berada pada kisaran 1.500 hingga 2.500 jiwa, yang tergabung dalam sekitar 400 sampai 600 kepala keluarga. Tingkat kepadatan penduduknya relatif rendah karena wilayah permukiman tersebar mengikuti pola pesisir dan lahan kebun warga.

Komposisi masyarakat Ohoitel didominasi oleh penduduk usia produktif yang bekerja di sektor perikanan dan pertanian. Sebagian besar warga merupakan masyarakat asli Kei yang menggunakan bahasa Kei dalam percakapan sehari hari, di samping bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar resmi. Kehidupan beragama berjalan harmonis, dengan mayoritas penduduk memeluk agama Kristen Protestan dan sebagian kecil lainnya berasal dari latar belakang yang beragam. Semangat toleransi dan musyawarah menjadi ciri kuat dalam kehidupan bermasyarakat di desa ini.

Dinamika Kependudukan

Pertumbuhan penduduk Desa Ohoitel berlangsung secara bertahap, sejalan dengan meningkatnya kesadaran akan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan perencanaan keluarga. Banyak generasi muda desa yang menempuh pendidikan hingga jenjang perguruan tinggi di Kota Tual maupun di Ambon, kemudian kembali membangun kampung halaman dengan keterampilan baru. Hal ini menjadi energi positif bagi perkembangan desa ke arah yang lebih maju dan mandiri.

Sejarah dan Asal-Usul

Nama Ohoitel berasal dari bahasa Kei, yaitu kata "ohoi" yang berarti kampung atau desa, sedangkan "tel" merujuk pada penanda wilayah atau marga tertentu. Dengan demikian, Ohoitel secara harfiah dapat dimaknai sebagai kampung yang menjadi tempat bermukimnya suatu kelompok masyarakat dengan ikatan kekerabatan yang erat.

Sejarah pembentukan desa ini tidak terlepas dari proses penyebaran masyarakat Kei di gugusan Pulau Dullah, yang sejak lama memanfaatkan wilayah pesisir sebagai tempat tinggal, sumber pangan, dan jalur pelayaran. Kehidupan awal masyarakat Ohoitel tumbuh dari kelompok keluarga yang membuka lahan permukiman di tepi pantai, kemudian berkembang menjadi kampung yang tertata. Tradisi lisan, adat istiadat, serta peran tokoh adat dan tokoh agama menjadi bagian penting dalam menjaga keutuhan kampung dari generasi ke generasi.

Memasuki masa kemerdekaan, Ohoitel mengalami berbagai tahap perkembangan pemerintahan, mulai dari status kampung adat hingga menjadi desa definitif dalam struktur pemerintahan modern. Ketika Kota Tual dibentuk sebagai daerah otonom pada tahun 2007, Desa Ohoitel resmi menjadi bagian dari Kecamatan Pulau Dullah Utara dan terus berbenah dalam penyelenggaraan pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat.

Kehidupan Ekonomi dan Mata Pencaharian

Sektor perikanan menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat Desa Ohoitel. Warga menangkap berbagai jenis ikan bernilai ekonomi seperti ikan pelagis, ikan karang, cumi, dan hasil laut lainnya menggunakan perahu motor maupun perahu tradisional. Hasil tangkapan sebagian dijual segar di pasar Kota Tual, sebagian diolah menjadi ikan asap dan ikan kering yang memiliki nilai tambah.

Selain perikanan, budidaya

📍 Lokasi Ohoitel

Peta ditenagai oleh Google Maps.

🚜 Toko Pertanian & Peternakan Terdekat

Untuk kebutuhan sarana produksi pertanian (saprotan), pupuk, benih, dan pakan ternak di sekitar Desa Ohoitel, Anda dapat melihat rekomendasi lokasi terdekat beserta ulasannya pada peta berikut: