Profil Cucum, Kec. Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar

🗺️ Aceh 🏙️ Kabupaten Aceh Besar 📅 07 November 2026

Desa Cucum merupakan salah satu gampong yang berada di wilayah Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar, Provinsi Aceh. Sebagai bagian dari lanskap pedesaan Aceh Besar yang dikenal subur, gampong ini memiliki karakter khas sebagai permukiman agraris dengan hamparan sawah, kebun, dan pekarangan yang hijau. Kehidupan warganya berjalan dalam suasana kekeluargaan yang erat, dengan tradisi gotong royong dan semangat kebersamaan yang masih terjaga hingga kini. Potensi utama Desa Cucum terletak pada sektor pertanian, peternakan, serta usaha kecil rumahan yang menopang perekonomian warga sehari-hari, didukung oleh posisi wilayahnya yang cukup strategis di antara pusat kota Banda Aceh dan kawasan pedalaman Aceh Besar.

Lokasi dan Kondisi Geografis

Secara administratif, Desa Cucum termasuk dalam lingkup Kecamatan Kuta Baro, Kabupaten Aceh Besar. Kecamatan ini berada pada kawasan dataran rendah yang membentang di antara aliran sungai utama dan kawasan perbukitan di sisi timur laut. Topografi Desa Cucum umumnya berupa lahan datar dengan kemiringan ringan, berada pada ketinggian sekitar 10 hingga 25 meter di atas permukaan laut. Kondisi tersebut menjadikan wilayah ini cocok untuk budidaya padi sawah, tanaman palawija, serta aneka tanaman hortikultura.

Jenis tanahnya didominasi tanah aluvial yang kaya unsur hara, hasil endapan material sungai dan sedimen yang terbawa aliran air dari kawasan hulu. Tanah semacam ini sangat mendukung pertumbuhan tanaman pangan dan menjadi salah satu alasan mengapa kawasan Kuta Baro dikenal sebagai salah satu lumbung pertanian di Aceh Besar. Ketersediaan air relatif terjaga karena wilayah ini berada dalam daerah tangkapan air yang terhubung dengan sistem irigasi dan saluran alami.

Batas wilayah Desa Cucum di sisi utara, timur, selatan, dan barat berhubungan langsung dengan gampong-gampong tetangga di lingkup Kecamatan Kuta Baro. Pola permukiman warga cenderung mengelompok mengikuti jalan utama gampong, dengan rumah-rumah yang dikelilingi pekarangan tanaman buah, rempah, dan sayuran. Tata ruang seperti ini menciptakan suasana pedesaan yang asri, teduh, dan nyaman untuk dihuni.

Jalur Transportasi dan Aksesibilitas

Akses menuju Desa Cucum tergolong mudah. Dari pusat Kota Banda Aceh, perjalanan dapat ditempuh dengan kendaraan pribadi maupun kendaraan umum melalui ruas jalan kabupaten yang menghubungkan kawasan Kuta Baro dengan kawasan sekitarnya. Jarak tempuh dari pusat kota ke gampong ini berkisar antara 12 hingga 18 kilometer, dengan waktu perjalanan sekitar 25 sampai 40 menit tergantung kondisi lalu lintas.

Jalan utama yang melintasi gampong telah beraspal dan dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Beberapa ruas jalan lingkungan di dalam gampong juga telah diperkeras, sehingga memudahkan mobilitas warga, terutama untuk mengangkut hasil pertanian dari sawah ke rumah atau ke pasar terdekat. Untuk menuju ibu kota Kecamatan Kuta Baro, warga hanya perlu menempuh jarak beberapa kilometer melalui jalan kecamatan yang kondisinya terpelihara.

Sarana angkutan umum berupa kendaraan penumpang dan ojek masih menjadi pilihan sebagian warga, terutama pelajar dan pekerja yang beraktivitas di luar gampong. Keberadaan jalan penghubung ini menjadikan Desa Cucum tidak hanya sebagai kawasan permukiman, tetapi juga sebagai simpul kecil yang menghubungkan aktivitas pertanian dengan pasar-pasar di Banda Aceh dan Aceh Besar.

Data Statistik dan Demografi

Berdasarkan gambaran umum gampong-gampong di Kecamatan Kuta Baro, jumlah penduduk Desa Cucum diperkirakan berada pada kisaran 400 hingga 700 jiwa, yang terhimpun dalam sekitar 120 sampai 180 kepala keluarga. Angka tersebut menempatkan Desa Cucum sebagai gampong dengan skala menengah, tidak terlalu padat, sehingga kualitas ruang tinggal dan lingkungan masih terjaga dengan baik.

Komposisi penduduk didominasi oleh kelompok usia produktif, yakni warga berusia 20 hingga 55 tahun yang aktif bekerja di sektor pertanian, perdagangan, jasa, serta sektor informal lainnya. Kelompok anak dan remaja juga cukup besar, seiring dengan banyaknya keluarga muda yang menetap di gampong ini. Sementara itu, warga usia lanjut tetap dihormati dan dilibatkan dalam kegiatan adat serta keagamaan, sehingga terjalin hubungan antargenerasi yang harmonis.

Dari sisi pendidikan, kesadaran warga akan pentingnya sekolah terus meningkat. Banyak anak gampong yang menempuh pendidikan hingga jenjang menengah atas, bahkan sebagian melanjutkan ke perguruan tinggi di Banda Aceh. Mobilitas sosial ini menjadi salah satu pendorong tumbuhnya aspirasi baru di kalangan generasi muda, termasuk minat pada usaha mandiri dan pemanfaatan teknologi digital untuk pemasaran produk desa.

Sejarah dan Asal-Usul

Seperti banyak gampong lain di Aceh Besar, keberadaan Desa Cucum tidak terlepas dari sejarah panjang permukiman masyarakat Aceh yang terbentuk dari sistem mukim dan gampong. Wilayah Kuta Baro sejak lama dikenal sebagai kawasan pertanian yang menjadi penyangga kebutuhan pangan bagi kawasan sekitar, termasuk Kesultanan Aceh pada masa lampau. Pola permukiman yang mengelompok di sekitar masjid dan meunasah merupakan ciri khas tata ruang gampong Aceh yang masih terlihat hingga sekarang.

Mengenai asal-usul penamaan Cucum, masyarakat setempat mewariskan cerita secara lisan dari generasi ke generasi. Nama tersebut dipercaya berkaitan dengan tumbuhan atau elemen alam yang dahulu banyak ditemukan di kawasan ini, sehingga para pendiri permukiman menjadikannya sebagai penanda wilayah. Sebagian warga juga mengaitkan nama gampong dengan kisah para tetua yang membuka lahan pertama kali di area tersebut. Meskipun versi ceritanya beragam, semuanya bermuara pada satu benang merah, yaitu semangat para pendahulu dalam membuka lahan, membangun rumah, dan menata kehidupan bersama di tempat yang kini menjadi Desa Cucum.

Kehidupan Ekonomi dan Mata Pencaharian

Sektor pertanian menjadi tulang punggung perekonomian Desa Cucum. Hamparan sawah yang luas ditanami padi dengan pola tanam yang disesuaikan dengan ketersediaan air irigasi. Selain padi, warga juga membudidayakan jagung, kacang tanah, kacang panjang, cabai, terong, dan berbagai sayuran lain yang dipasarkan ke pasar-pasar di Kuta Baro, Banda Aceh, dan sekitarnya.

Peternakan menjadi usaha pendamping yang cukup menjanjikan. Banyak keluarga memelihara sapi, kambing, ayam kampung, dan itik, baik untuk kebutuhan sendiri maupun untuk dijual. Kotoran ternak dimanfaatkan sebagai pupuk organik untuk sawah dan kebun, sehingga tercipta siklus usaha tani yang saling mendukung dan ramah lingkungan.

Di sisi lain, usaha mikro, kecil, dan menengah turut menghidupkan ekonomi gampong. Warung kelontong, kedai kopi, usaha kue tradisional, jahitan, serta bengkel kecil tersebar di sepanjang jalan gampong. Sebagian warga juga mengembangkan produk olahan berbahan baku lokal, seperti keripik, rengginang, dan aneka camilan khas Aceh yang mulai dipasarkan secara lebih luas. Potensi ini membuka peluang pengembangan kemasan dan pemasaran digital bagi generasi muda desa.

Fasilitas Umum dan Sosial

Desa Cucum memiliki sejumlah fasilitas umum yang menunjang kehidupan sehari-hari warganya. Di bidang pendidikan, tersedia sekolah dasar dan layanan pendidikan anak usia dini

📍 Lokasi Cucum

Koordinat: 5.5521970, 95.3915200 | Buka di OpenStreetMap ↗

🚜 Toko Pertanian & Peternakan Terdekat

Untuk kebutuhan sarana produksi pertanian (saprotan), pupuk, benih, dan pakan ternak di sekitar Desa Cucum, Anda dapat melihat rekomendasi lokasi terdekat beserta ulasannya pada peta berikut: