Profil Bebsili, Kec. Maba Tengah, Kabupaten Halmahera Timur

🗺️ Maluku Utara 🏙️ Kabupaten Halmahera Timur 📅 15 October 2026

Desa Bebsili merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Maba Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Desa ini menjadi bagian dari kawasan timur Pulau Halmahera yang dikenal memiliki bentang alam beragam, mulai dari dataran rendah yang subur, perbukitan hijau, hingga garis pantai yang menawan. Kehadiran Desa Bebsili turut mewarnai dinamika kehidupan masyarakat Maba Tengah, sebuah kecamatan yang tumbuh seiring berkembangnya sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan perdagangan di wilayah Halmahera Timur. Masyarakat desa ini dikenal menjunjung tinggi semangat gotong royong, keramahan, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun temurun.

Lokasi dan Kondisi Geografis

Desa Bebsili berada di wilayah Kecamatan Maba Tengah, Kabupaten Halmahera Timur, Provinsi Maluku Utara. Secara umum, Kecamatan Maba Tengah menempati bagian timur Pulau Halmahera dengan karakter bentang alam yang beragam. Sebagian wilayah berupa dataran rendah yang cocok untuk pertanian dan permukiman, sementara bagian lainnya berupa perbukitan dengan tutupan vegetasi yang cukup rapat.

Topografi Desa Bebsili umumnya terdiri atas lahan datar hingga bergelombang. Kondisi tanahnya tergolong subur sehingga mendukung pertumbuhan berbagai jenis tanaman pangan dan tanaman perkebunan. Suhu udara di wilayah ini relatif hangat sepanjang tahun dengan curah hujan yang cukup, sebuah kondisi yang menguntungkan bagi sektor pertanian.

Secara administratif, Desa Bebsili berbatasan dengan sejumlah desa lain di Kecamatan Maba Tengah pada sisi utara, selatan, timur, dan barat. Wilayah ini juga berada dalam jangkauan kawasan pengembangan Halmahera Timur yang terus bertumbuh, baik dari sisi infrastruktur maupun aktivitas ekonomi masyarakat.

Jalur Transportasi dan Aksesibilitas

Akses menuju Desa Bebsili dapat ditempuh melalui jalur darat dari pusat pemerintahan Kecamatan Maba Tengah maupun dari pusat Kabupaten Halmahera Timur. Jarak tempuh dari ibu kota kabupaten diperkirakan memerlukan waktu sekitar satu hingga dua jam perjalanan dengan kendaraan bermotor, bergantung pada kondisi jalan dan titik awal keberangkatan.

Jalan penghubung antardesa di wilayah Maba Tengah umumnya telah dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Sarana transportasi yang biasa digunakan masyarakat meliputi sepeda motor, mobil pribadi, angkutan umum antardesa, serta kendaraan bak terbuka untuk mengangkut hasil pertanian dan perkebunan.

Selain jalur darat, sebagian wilayah Halmahera Timur juga terhubung melalui jalur laut dan udara. Pelabuhan serta bandar udara di sekitar wilayah Maba menjadi pintu masuk bagi distribusi barang dan mobilitas warga. Keberadaan berbagai pilihan akses ini membantu memperlancar kegiatan ekonomi dan mempererat hubungan Desa Bebsili dengan wilayah lain di Maluku Utara.

Data Statistik dan Demografi

Jumlah penduduk Desa Bebsili diperkirakan berada pada kisaran ratusan hingga lebih dari seribu jiwa, yang tersebar dalam beberapa dusun atau lingkungan. Komposisi penduduk umumnya terdiri atas kelompok usia anak, remaja, dewasa, dan lanjut usia dengan sebaran yang relatif seimbang.

Mayoritas warga Desa Bebsili merupakan masyarakat asli Halmahera yang hidup berdampingan secara harmonis dengan warga pendatang dari berbagai daerah di Maluku Utara dan Indonesia. Keberagaman ini menjadi kekayaan sosial yang memperkuat kehidupan bermasyarakat. Bahasa yang digunakan sehari hari meliputi bahasa Indonesia sebagai bahasa pengantar, serta bahasa daerah setempat yang tetap dilestarikan.

Dari sisi sosial, kehidupan warga Desa Bebsili ditandai oleh kebersamaan yang kuat. Kegiatan gotong royong, kerja bakti, dan musyawarah desa menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Pertumbuhan desa berjalan seiring meningkatnya kesadaran warga akan pentingnya pendidikan, kesehatan, dan pengelolaan sumber daya alam secara bijak.

Sejarah dan Asal-Usul

Nama Bebsili dipercaya berasal dari bahasa dan tutur masyarakat setempat yang diwariskan secara lisan dari generasi ke generasi. Seperti banyak desa lain di Halmahera, kisah asal usul Desa Bebsili erat kaitannya dengan perjalanan nenek moyang yang membuka permukiman di kawasan tersebut.

Menurut cerita yang berkembang di tengah masyarakat, wilayah ini dahulu merupakan kawasan hutan dan lahan yang kemudian dibuka oleh para pendahulu untuk dijadikan tempat tinggal. Seiring berjalannya waktu, permukiman tersebut berkembang menjadi sebuah kampung yang semakin ramai dan akhirnya diakui sebagai desa dalam struktur pemerintahan Kecamatan Maba Tengah.

Penetapan Desa Bebsili sebagai satuan pemerintahan desa merupakan bagian dari penataan wilayah di Kabupaten Halmahera Timur. Hingga kini, nilai nilai kebersamaan dan penghormatan terhadap leluhur tetap dijaga oleh warga sebagai identitas budaya yang memperkuat rasa kebanggaan terhadap kampung halaman.

Kehidupan Ekonomi dan Mata Pencaharian

Sektor pertanian dan perkebunan menjadi tulang punggung perekonomian Desa Bebsili. Komoditas yang banyak dibudidayakan antara lain padi, jagung, ubi, sayur mayur, serta tanaman perkebunan seperti kelapa, cengkih, pala, dan kakao. Kesuburan tanah di wilayah Maba Tengah menjadikan kegiatan bertani sebagai pilihan utama bagi sebagian besar keluarga.

Selain bertani, sebagian warga mengembangkan usaha peternakan seperti ayam, kambing, dan sapi untuk memenuhi kebutuhan pasar lokal. Sektor perikanan juga memiliki peran penting, terutama bagi warga yang tinggal dekat pesisir. Hasil tangkapan ikan tidak hanya untuk konsumsi sendiri, tetapi juga dijual ke pasar kecamatan dan kabupaten.

Usaha mikro, kecil, dan menengah turut menghidupkan perekonomian desa. Berbagai usaha seperti kios sembako, warung makan, pengolahan hasil pertanian, serta jasa angkutan menjadi sumber penghasilan tambahan bagi warga. Keberadaan sektor pertambangan dan perdagangan di sekitar Halmahera Timur juga membuka peluang usaha dan lapangan kerja yang mendukung kesejahteraan masyarakat Desa Bebsili.

Fasilitas Umum dan Sosial

Desa Bebsili memiliki sejumlah fasilitas umum yang menunjang kehidupan sehari hari warga. Di bidang pendidikan, tersedia sekolah dasar dan taman kanak kanak yang menjadi tempat anak anak menimba ilmu. Untuk jenjang pendidikan lanjutan, para pelajar umumnya melanjutkan ke sekolah di kecamatan atau ibu kota kabupaten.

Di bidang kesehatan, terdapat posyandu dan puskesmas pembantu yang melayani kebutuhan dasar warga, mulai dari pemeriksaan ibu hamil, imunisasi anak, hingga pengobatan umum. Kehadiran fasilitas ini membantu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat desa.

Sarana ib

📍 Lokasi Bebsili

Peta ditenagai oleh Google Maps.

🚜 Toko Pertanian & Peternakan Terdekat

Untuk kebutuhan sarana produksi pertanian (saprotan), pupuk, benih, dan pakan ternak di sekitar Desa Bebsili, Anda dapat melihat rekomendasi lokasi terdekat beserta ulasannya pada peta berikut: